Create an Account
x

Log in

Username:

Password:
 

or Register

  Lost Password?



Advertisement | para sponsor Nodamerah.com

Sentabet.com
Indokasino.com
Klubjudi.com
kaisarbet.comBursaBet.com
Pasang IklanPasang Iklan

 
Thread Rating:
  • 0 Votes - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Nafsu Bapak Mertua
03-11-2012, 12:26 PM
Post: #1
Nafsu Bapak Mertua
Namaku Santi. Cerita ini hanya pembaca yang tahu, bahkan suamiku tidak tahu.
Aku telah menikah dengan Rudi dan telah memiliki anak satu. Suatu saat orang tua Rudi datang kerumah kami di kawasan Depok. Ibu Rudi ada keperluan ke rumah adiknya dikawasan jakarta barat,namun suaminya tampak lelah. Sehingga mengajak Rudi untuk mengantarkannya menjenguk adiknya.
Tinggalah aku, anaknya dan bapak mertua dalam satu rumah. Waktu itu cuaca mendung. Anakku belum pulang, pamitnya mau kerja kelompok ke tempat temannya.
“Pak, diminum dulu kopinya” ujarku sambil menyuguhkan kopi bapak mertuaku di ruang tamu.
“O iya terimakasih, San.” sambil menutup koran yang dia baca. Aku menemani dia sebentar bincang bincang tentang perkembangan sekolah cucunya. Hawa yang mendung membuat badanku gerah. Lalu aku pamit kebelakang dulu ingin mandi sebentar.
“Pak, saya kebelakang dulu ya, udah sore mau mandi dulu.”pamitku.
“Iya San, sana mandi dulu aja.” Jawabnya.
Aku jalan kebelakang, mengambil handuk. Ketika aku mau masuk ke kamar mandi, aku melihat bapak menutup pintu depan, mungkin karena cuaca mau hujan pikirku.
Aku mulai mandi, satu persatu pakaianku ku lepas. Saat sedang menyabuni badan, tiba tiba bapak mengetuk pintu dan bicara dari luar.
“San bapak mau pinjam sarung, simpen dimana?”
“O, dikamarku, ntar aja pak, Santi yang ngambilin.” Dalam hatiku, waduh jangan sampai ngambil sendiri, soalnya dikamar ada Hp-ku. Kadang Arman mantanku, masih sering sms, aku takut ketahuan.
Akhirnya buru-buru setelah aku mandi, ku balut tubuhku dengan handuk. Karena tak sempat menggunakan celana jeans dan kaos. Aku segera menuju kamar.
“Eh San, ini apaan?”ternyata bapak sudah dikamarku sambil membukabuka Hp-ku. Waduh kacau nih.
“Ini kamu ama Rudi? Kok kayaknya bukan deh…” bapak menunjukkan video aku sedang bermesraan dengan Arman.
“Anu, eh..dia mantanku dulu, cuman belum kehapus pak”terpaksa aku jujur.
“Berarti kamu dulu waktu nikah udah gak perawan ya…?”tanya bapak sambil mendekatiku.
“Bapak harus kasih tau Rudi, kasian dia, dia harus tau yang sebenarnya.” Sambil berjalan menuju keluar.
Aku segera menarik tangannya,”Jangan pak, jangan kasih tau mas Rudi, tolong pak…lagi pula itu dulu sebelum nikah”.
“Ok, ok, kalau gitu ada ada syaratnya”kata bapak sambil berbalik menatapku.”Tolong pijetin bapak, kemarin capek jalan jauh, mau gak?”
Dalam hatiku, ini orang cari kesempatan, sebenernya aku juga tau dia juga pernah selingkuh, dan dulu pernah berantem dengan ibu mertua. Tapi aku pikir, gak ada salahnya sekali kali berbakti ama mertua “Ya udah, bapak tiduran aja disitu”.
Aku duduk dipinggir kasur, mulai memijat tangannya. Mata bapak melihatku sambil tersenyum, aku belum sempat ganti handuk, karena aku ingin cepat menyelesaikan pijatan ini, sebelum anakku pulang.
“Kamu tadi mandinya buru-buru ya? Tuh masih ada sabunnya. “Tiba-tiba tangannya yang lain menyentuh dadaku.
“Ah bapak jangan pak” aku menepisnya, sambil pindah kearah kakinya. Aku melihat kearah celana pendek, ada tonjolan, namun aku segera mengalihkan perhatianku.
“San , itunya juga dipijet, kayak divideo tadi itu lho…” waduh, keterlaluan,pikirku.
“ Tapi pak…”
“Udah nih, buruan biar cepet.” Ujarnya sambil melepas celananya, sehingga tampak penih yang sudah menegang. “Udah nih, bapak janji gak cerita ke Rudi”.
“Pak, Santi gak mau ah” tiba tiba tangannya menarik kepalaku, mendekatkan mulutku pada penisnya.
Aku ingin segera menyelesaikan situasi ini, sedikit demi sedikit ku kulum penisnya yang sudah tegang, aku kulum dan kocok dengan cepat, supaya dia cepat keluar dan puas. Aku pikir setelah itu aku bisa beres beres dan keluar dari situasi ini.
Sepuluh menit, bapak mendesah-desah, aku masih konsentrasi dengan penisnya yang belum klimaks. Tiba-tiba aku merasa tangan bapak meraba dikakiku dan mulai naik ke pahaku.
“Pak, jangan…” tolakku.
“ San, tolong bapak donk, nanggung nih, biar cepet keluar…”jawabnya.
Akhirnya ku biarkan tangannya bermain di sela pahaku. Biar lah yang penting cepat keluar dan selesai.
Tapi diluar dugaanku, bukannya cepat keluar, tapi tangan bapak makin berani masuk semakin jauh, hingga menyentuh vaginaku. Aku melirik ke bawah, dan terkejut, ternyata handukku sudah terbuka, dan wajah bapak tepat di depan selangkanganku. Aku segera menutupi dengan tanganku, namun ditahan tangan bapak. Tangan yang satunya nya denga kuat menarik pantatku, sehingga dengan mudah mulut bapak melumat vaginaku.
Sungguh geli rasanya. Ketika bibir bapak menyentuh vaginaku dan jemarinya bermain diselangkangan. Namun aku biarkan, sambil ku percepat kocokan penisnya, tujuannya cuman satu supaya cepat keluar.
Seperempat jam berlalu, belum keluar juga, yang ada adalah aku yang justru menggelinjang kegelian. Aku menghentikan sejenak, sambil berbaring. Namun bapak langsung bangkit dan mencoba membuka handuk di tubuhku, aku tak kuasa menolak. Kedua tangannya membuka kedua pahaku yang kututup rapat. Terlalu kuat, memaksa kakiku membuka vaginaku.
“jangan pak, aku malu…” pintaku memelas, namu ia tampak tak menghiraukannya. Sejenak ia menatap bulu lembut vaginaku, mengusapnya dan dia langsung menciumi vaginaku. “Akh…pak…jangan” tenagaku tak kuat melawan.
Puas dengan kuluman di vaginaku, Mertuaku menindih tubuhku menindihku, kedua tangannya menahan tanganku yang berontak, sementara ujung penisnya menekan bibir vaginaku. Akhirnya aku tak kuasa melawan, dan sedikit demi sedikit penis memasuki liang vaginaku. “ bapak….jangan….”ucapanku tak dihiraukannya.
Mulutnya semakin liar menciumi wajah dan leherku. Kedua payudaraku tak luput dari ciumannya.
Aku pasrah menerima semuanya, pantatku tak bisa menghindari hentakan penisnya, begitu dalam hingga menyentuh pangkal liang vaginaku.
Mulutku tak bisa berkata apa apa lagi. Bibir bapak terlalu dalam melumat mulutku.
Entah apa yang merasuki mertuaku ini, goyangan demi goyangan menerpa tubuhku, rasa geli membuat vaginaku bergerak meremas remas batang kemaluan bapak. Semakin lama aku semakin tak dapat menahan geli yang amat sangat, rasanya orgasme tinggal sekejap lagi. “Akh…..pak, akh….oh..” tubuhku serasa menggelinjang, otot vaginaku menjepit penis bapak dengan kuat.
“Sudah pak, jangan …jangan didalam..” Bukannya melepaskanku, malah bapak memelukku, sambil melumat payudaraku, genjotan penisnya semakin cepat, dan akhirnya tubuhnya mengejang sambil menekan penisnya dalam vaginaku, terasa semburan hangat memenuhi liang vaginaku.
Aku lemas, Keringat kami membasahi ranjang. Segera ku melepaskan diri dari tubuh mertuaku yang terkulai lemas, dan menuju kamar mandi, entah apa yang aku pikirkan , mungkin sisa sperma itu akan membuatku hamil.
Sejak itu aku tak ingin serumah lagi dengan mertuaku. Cukup kejadian itu menjadikan pelajaran buat kecerobohanku, yang kusimpan sendiri.
Like PostLike Quote this message in a replyQuote
[-] The following 3 users Like putu_a81's post:
akindo (06-10-2012), leakbali (09-23-2012), Lich King (03-11-2012)

BursaBet.com

03-11-2012, 04:06 PM
Post: #2
RE: Nafsu Bapak Mertua
kurang panjang ceritanya nih bro
tambah lagiiii
Quote this message in a replyQuote
03-12-2012, 11:32 PM
Post: #3
RE: Nafsu Bapak Mertua
wowo mantab niy jadi bapak mertuanya...
Quote this message in a replyQuote
03-28-2012, 01:45 PM
Post: #4
RE: Nafsu Bapak Mertua
mertua edan yang bruntung
Quote this message in a replyQuote
05-03-2012, 04:29 AM
Post: #5
RE: Nafsu Bapak Mertua
nanggu nih ceritanya om

Angel bermanfaat lah bagi diri sendiri dan orang lain Angel
Quote this message in a replyQuote
06-10-2012, 02:48 AM
Post: #6
RE: Nafsu Bapak Mertua
bener nih tanggung ceritanya, lanjutannya
Quote this message in a replyQuote
08-05-2012, 08:51 PM
Post: #7
RE: Nafsu Bapak Mertua
cerita yang bagus....sippp
Quote this message in a replyQuote
09-23-2012, 04:46 PM
Post: #8
RE: Nafsu Bapak Mertua
mertua sarap Tongue
Quote this message in a replyQuote
04-01-2013, 10:45 PM
Post: #9
RE: Nafsu Bapak Mertua
wah mertuanya itu enak banegt itu gan mantap lanjutkan
Quote this message in a replyQuote


[-]
Share/Bookmark (Show All)
Facebook Linkedin Technorati Twitter Digg MySpace Delicious

Possibly Related Threads...
Thread: Author Replies: Views: Last Post
  Pemerkosaan Mona oleh Bapak Kost NodaMerah 2 2.904 04-06-2013 12:06 AM
Last Post: shaki32

Forum Jump:


BursaBet.com

Ikuti kami


Facebook
Twitter
Blogger
Contact


Disclaimer


Nodamerah adalah sebuah forum komunitas dewasa yang berisikan konten dewasa dan memberikan kebebasan berkarya bagi setiap membernya. Dengan menggunakan Nodamerah, anda berarti telah berusia 18 tahun keatas dan menyetujui bahwa konten yang terdapat dalam Nodamerah adalah tanggung jawab dari pihak pembuat konten dan bukanlah tanggung jawab dari Nodamerah dan penyedia hosting beserta afiliasinya.